Jumat, 29 November 2013

ElleMyBlog: Jadikan Buku Sebagai Makanan Pokok     Minat baca...

ElleMyBlog: Jadikan Buku Sebagai Makanan Pokok
     Minat baca...
: Jadikan Buku Sebagai Makanan Pokok      Minat baca anak-anak di lingkungan sekitar kita memang masih rendah. Namun tidak ada salahnya ap...
Jadikan Buku Sebagai Makanan Pokok

     Minat baca anak-anak di lingkungan sekitar kita memang masih rendah. Namun tidak ada salahnya apabila kita mengajak, membujuk, meminta terlebih dahulu pada mereka supaya mau mengenal apa itu buku bacaan bagaimana manfaat serta pentingnya membaca. Untuk pengenalan pada anak-anak yang masih SD kita bisa menyediakan bacaan yang ringan seperti edisi full colour, banyak gambar dan desainnya, sehingga merangsang mereka untuk menjadi "ingin tahu" pada ilmu yang telah mereka baca.
     Biasakan setelah sarapan, makan siang, makan sore serta makan malam untuk memberikan buku yang variatif, bisa buku berhitung, buku cerita bergambar atau tentang ejaan menulis. Selain membuat mereka senang melihat-lihat buku tersebut, mereka juga bisa mempelajari isi buku tersebut, misal bagi mereka yang belum dapat menulis dengan ejaan yang benar maka dengan mempelajari buku-buku itu mereka seperti merasa nyaman untuk belajar lebih banyak lagi. Jadikan buku sebagai makanan pokok mereka dalam setiap waktu luang, jika perlu sediakan rak kecil yang menarik untuk menyimpan buku-buku itu dan ajari mereka menjaga serta merawat bahan pustaka tersebut supaya tidak mudah rusak kotor atau sobek. 
Anak-anak membutuhkan contoh dan tauladan dari orang dewasa untuk menyukai namanya dunia membaca dan menulis. Kita pasti akan bahagia apabila kelak melihat mereka memiliki "reading habbit" yang mengagumkan. Memiliki hobi membaca dan selalu haus akan berbagai bacaan. Maka dari itu kita harus membimbing mereka sedari anak-anak untuk menyukai benda bernama "buku". Selamat berusaha. Semangat!!!!

Jumat, 22 November 2013

Cerita enam kepala (Bagian Pertama)
     Dalam suatu rumah mungil di sudut kota Surabaya terdapat enam orang penghuni kos, mereka menamakan kos itu "Ceria". Mereka bernama Ruw, Bear, Zhio, Sha, Ippu dan Beth. Ruw memiliki sifat semaunya, merasa berkuasa dan paling pintar dalam mengatur berbagai hal di sana, dia tidak pernah mau mengerti bagaimana rasa lelah sahabat-sahabatnya yang sudah mencuci, mengepel, memasak, dsb. Ruw selalu memerintah Zhio yang masih kecil, usia Zhio baru 17 tahun dan sedang mendalami ilmu di sebuah sekolah setara SMA dengan program kejar paket C. Zhio memang anak yang baik dan rajin meskipun memiliki kehidupan yang kelam dalam keluarganya, namun ia tetap semangat dalam menjalani hari-harinya. Setiap pagi sampai jam 17.00 dia bekerja di suatu pusat perbelanjaan dan pada malam harinya dia masuk sekolah. Zhio selalu merasa gembira, meskipun dikhianati pacarnya, dia tidak berniat membalasnya namun tetap menganggap mantan pacarnya itu sebagai teman. Siapapun yang yang mengenal sosok gadis cilik satu ini pasti ingin berteman baik dengannya, karena kepolosannya dan keceriaannya ini setiap orang yang baru saja mengenalnya pasti menganggap dia "gadis hebat"
    Lain lagi ceritanya dengan seorang Bear. Dia memang anak yang terkesan sudah mendewasakan dirinya sendiri dan menganggap bijak setiap kata-katanya.. Bear ini sering dibilang orangnya berlebihan dalam menanggapi apapun, bawel pula.. Apa-apa pingin diurusi dan selalu saja ikut campur dalam persoalan yang menyangkut kos, apalagi kalau urusan piring gelas dan lainnya belum beres...Huh bisa seperti emak-emak yang bawelnya minta ampun. Satu lagi kejelekannya suka makan, lho kok bisa jelek? Bukan pada sukanya, tapi Bear ini doyan makan tanpa mau keluar uang, tiap teman-temannya punya makanan, dia selalu aja mau ikut nimbrung makan..Bayangkan, gimana dengan Anda semua kalau punya teman seperti itu..Hmm, tepatnya harus ekstra sabar setiap harinya dech. Tapi yang baik dari Bear ini adalah rajin ibadah, rajin bangun mandi  dan rajin belajar Bahasa Mandarin...Secara dia kuliah di jurusan itu sih..Haha..
   "Teng..teng...Sudah jam 5 pagi... Gedebuk..gedebuk... pyarr... Kalau pagi Sha termasuk juga dalam jajaran anak rajin, setelah bangun dan cuci muka, dia langsung menuju dapur untuk menyiapkan beras buat ditanak, bahan-bahan buat masak, dsb.. Sayangnya Sha anaknya kelewat pendiam, sampai-sampai kalau diajak ngobrol ndak bisa komentari apapun. Mungkin kejengkelan yang sering kita alami adalah saat pergi bareng dia yang super duper diem. Tapi tau-tau bilang ndak cocok ke tempat ini, ndak mau makan menu ini dan itu...hufff.. Tapi bagi yang udah pengertian sama Sha pasti tau sebenarnya dia ini sangat kalem dan pemalu. Fisiknya yang mungil dan kurus membuatnya kurang percaya diri mungkin.. Tapi sejujurnya dia anaknya emang benar-benar baik hati banget, apalagi sama kakak sepupunya Ippu yang satu kamar sama dia... Ippu yang udah gede selalu bersikap seenaknya, minta dilayani terus, makanan harus ada di meja makan, bangun sengaja siang, telponan sambil teriak-teriak sama cowoknya..Haduhh hampir setiap tingkahnya bikin jengkel penghuni kos "Ceria". 
To be continued
   

Minggu, 17 November 2013

Rumah Baca Sederhana untuk Berjuta Pengetahuan

Rumah Baca Sederhana untuk Berjuta Pengetahuan
            Pernahkah kita terpikir saat kita menunggu angkutan, menunggu teman menjemput menunggu pedagang makanan lewat kita dapat melakukan sesuatu yang mengasyikkan seperti membaca buku atau menulis catatan-catatan kecil.
            Dalam berita Jawa Pos Edisi Hari Minggu 17 November 2013 saya membaca sebuah artikel mengenai perpustakaan mini yang dibangun di tepi jalan di Washington DC Amerika Serikat. Perpustakaan mini di sana dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang notabene sedang "menunggu" sebuah aktivitas. 
            Saya memiliki pemikiran bagaimana membangun sebuah rumah baca sederhana di rumah sendiri untuk dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Misal ketika banyak ibu-ibu yang bertandang sambil membawa anak-anak mereka, pada saat arisan, atau pada saat kumpul organisasi lainnya. Kita bisa menyediakan minimal sepuluh sampai dua puluh buku pada tiap pertemuan dan memberi kesempatan pada mereka untuk membaca sebelum acara dimulai, terlebih jika mereka membawa anak-anak dalam acara tersebut maka akan lebih bagus para ibu tersebut mengenalkan budaya membaca sejak dini kepada anak mereka dan usia dini merupakan waktu yang paling tepat untuk mengajarkan berbagai hal yang positif supaya kelak anak-anak akan terbiasa melakukannya dalam hidup mereka.
            Semoga tulisan sederhana ini dapat menggugah masyarakat sekitar, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa untuk meningkatkan daya membaca supaya lebih terasah lagi. Tidak perlu lama atau sampai memaksakan diri selesai membaca satu buku yang terpenting adalah sedikit namun rutin melakukannya. Sekian dan semoga bermanfaat.

Rabu, 13 November 2013

Confidence For Me

Dua kata yang paling bermakna dlm hidup saya adalah "percaya diri". Bagaimana caranya membangun sebuah confidence supaya kita memiliki perasaan itu dan menerapkan dalam kehidupan sehari. Menurutku kepercayaan diri sudah ada sejak kita mendapat pola asuh oleh orang tua.

Selasa, 12 November 2013

Menjadi Guru Untuk Diriku

Menjadi Guru Untuk Diriku

Setiap manusia memiliki porsi permasalahan yang beragam. Membangun serta memberi motivasi untuk penyelesaian masalah pada saudara, kawan bahkan orang lain memang dirasakan lebih mudah daripada memotivasi diri kita sendiri. Ketika kita memiliki masalah dan kesulitan dalam hidup, terkadang kita merasa berat dan tidak mampu mencari solusinya. Memberi semangat pada diri sendiri itu ibarat "menjadi guru untuk diriku" ; mencari tahu, manelaah, mengajar, memperbaiki merupakan guru yang diperlukan dalam batin kita. Hal yang bisa kita lakukan adalah merenungkan setiap kesulitan itu, lalu mencoba mencari solusinya. Memang tidak dapat dipungkiri kita masih membutuhkan orang-orang di sekitar untuk membantu mencari jalan keluar, jangan takut akan mengalami ketergantungan, namun sebagai makhluk sosial kita memang tidak bisa hidup sendiri dan memiliki kecenderungan untuk meminta bantuan pada orang lain. Tidak ada salahnya pula menerima kritik apalagi jika itu dirasa membangun untuk kehidupan yang lebih baik. Jadikan dirimu sebagai guru untuk memotivasi pribadimu, karena dari situ pribadi akan terbentuk lebih tegar dan kuat menghadapi situasi sesulit apapun. 

Sebuah artikel (www.emotivasi.com) menyatakan 7 kebiasaan yang dapat memperkaya hidup :
1. Kebiasaan mengucapkan syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik.
2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif kita cenderung menjadi pribadi yang positif.
3. Kebiasaan berempati
Salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif dibalik sikap orang lain. Empati berlawanan dengan egois yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting dan dahulukanlah ! Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan.
5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah memiliki kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk menghargai waktu lawanlah rasa malas. Bnayak orang gagal dalam hidup karena memiliki impian dan tujuan namun tidak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menabur benih 'kebaikan'. Tapi sebaliknya betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.